Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Throuble Shooting - Deteksi pemicu agar setang kemudi jadi berat?


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Oct / Reza

Suatu ketika, Nadiar Hakim pembesut Suzuki Thunder 125 keluaran 2006 mengeluhkan soal kondisi tunggangannya. "Kemudinya jadi terasa berat.

 

Saat diajak bermanuver, handlingnya jadi kurang lincah," ungkap bapak 2 anak yang tinggal di daerah Depok, Jabar ini.

 

 

Gambar 1

Gambar 1

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2

Gambar 2

 

 

 

 

 

 

Gambar 3

Gambar 3

 

 

 

 

 

Gambar 4

Gambar 4

Menurut Mulyadi, mekanik MJ Motor (MJM) di Jl. Arteri Pondok Indah, Jaksel, ada beberapa hal jadi penyebab, sehingga biker merasakan kemudinya jadi agak terasa seret. Bahkan pemicunya bisa dari yang parah sampai yang sepele, lo.

 

"Motor pernah jatuh parah atau hanya jatuh saat diparkir bisa jadi pemicu timbulnya keluhan tersebut. Akibat dari jatuh itu, kemudi jadi bengkok dan efeknya handling jadi kurang nyaman. Kemudi juga dirasa lebih berat dari sebelumnya," ujar mekanik berambut ikal ini.

 

Bila itu yang terjadi, penanganannya tidak sekadar ganti setang kemudi yang baru saja. Setel ulang baut di komstir juga mesti dilakukan. Bisa jadi saat jatuh, baut setelan komstir menguncinya jadi lebih rapat (gbr.1).

 

"Makanya setelah setang diganti, jangan lupa seting ulang bagian itu," jelas Mulyadi.

 

Bagian lain yang juga bisa jadi pemicu adalah laher komstir. Umur pakai yang sudah lama, membuat pelumasan pada laher komstir jadi berkurang (gbr.2).

 

Akibatnya, pelor yang ada di dalamnya tidak lagi berfungsi degan benar. "Faktor paling ekstrem pada permasalahan di bagian ini adalah, rumah lahernya jadi aus dan pelornya bisa peyang," kata pria berperawakan tegap ini.

 

Untuk penanggulangan masalah yang ke-2 ini, cukup beli pelor khusus buat komstir yang baru. Soal harga tidak usah khawatir, tinggal rogoh kocek Rp 15-30 ribu saja.

 

Ada juga masalah sepele yang bisa jadi penyebab kemudi jadi berat. Tekanan angin pada ban depan yang di bawah standar mampu membuat handling jadi kurang nyaman (gbr.3). Untuk itu, sebelum berkendara pastikan tekanan angin di ban depan sesuai standar (29-33 psi).

 

Ganti ban dari ukuran standar dengan yang lebih lebar juga bikin kemudi terasa lebih berat, tuh. Selain dari berat bannya yang bertambah, banyaknya permukaan ban yang menempel di aspal jadi pemicu keluhan tersebut.

 

Sumber :Penulis/Foto: Oct / Reza - otomotifnet.com



Sponsored Links

Audio Mobil - Menghilangkan Efek Storing
Gejala storing (alternator whine) kerap terjadi pada kabin mobil, yang sudah diupgrade sistem audio ...

Jok Motor Antihujan dan Sepatbor LED
Musim hujan begini, jok motor perlu diberi perlindungan. Karena, busanya rentan kena air maupun teri...

Honda Vario - Karburator CBR 150 buat Vario bore - up 150 cc!
Menurut rumors, jika karburator standar Honda CBR 150 cc dipakai di motor 4-tak lain, bisa bikin aks...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru