Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Modification Guidance - Modification Guidance

 Print this page 

Author: Penulis : Chuenk

OTOMOTIFNET - Akibat memapas silinder drastis dan naik stroke, blok silinder berubah ukuran. Bisa berkurang atau malah bertambah panjang. Akibatnya, rantai keteng standar tentu sudah tidak bisa dipakai lagi. Solusinya harus subtitusi pakai punya motor lain.

Efek papas silinder, tidak repot cari gantinya. "Keteng standar masih bisa dipakai, tinggal cari setingan. Bisa dicari pada mendemnya kepala piston, atau ngencengin tensioner. Yang pasti, dicari agar nggak kendur," terang Ahon, mekanik handal khusus motor korek 4-tak from Depok.

Ada langkah efektif dibanding pusing cari setingan di langkah piston atau utak-atik tonjokan tensioner. Maksudnya tentu biar rantai enggak kendur. "Misal di Jupiter, tinggal ganti pakai satu set punya Vega," terang Yong Mustafa, kiliker Kemayoran, yang juga jago bikin motor kencang drag atau kohar alias korek harian.

Penggantian itu harus berikut gigi sentriknya. Soalnya bukan cuma jumlah rantai yang lebih pendek dan kecil. Gigi sentrik juga beda. "Yang sama dengan Vega cuma Honda Grand. Kalau motor lain sama, cuma beda di panjang," tambah Ahon lagi.

Nah, untuk motor yang naik stroke, persoalannya pasti mencari rantai keteng lebih panjang. "Naik stroke di atas 10 mm, lazimnya pakai punya Tiger, Karisma atau Satria F-150. Itu bisa diterapkan untuk banyak motor. Termasuk Mio yang mau naik stroke. Soalnya, jumlah mata rantai keteng Karisma atau Tiger lebih dari 92 mata," beber Adlan Songa, mekanik Putra Zidan di Jl. Joglo, Tangerang.

Sementara, untuk motor Suzuki, Smash bisa ambil punya Shogun 125. Kan jumlah mata rantai keteng Smash hanya 88 mata. Kalau butuh lebih panjang, bisa ambil punya Shogun yang 92 mata," papar Herman Lo, nama lain Ahon.

Pas ketemu persoalan kebutuhan keteng nanggung, diakali dengan pemotongan jumlah mata. "Standarnya kurang panjang, sementara kalau ganti malah jadi kepanjangan, maka bisa dipotong. Seperti mata rantai biasa, minimal 2 mata," terang Ahon yang juga sering naikin stroke.

Ada juga kiat Ahon lain. Substitusi bisa diambil dari rantai standar bekas yang sudah agak molor. "Nah, kadang justru pas. Saya sering berburu rantai keteng bekas, tapi yang nggak kendur banget lho," papar mekanik berambut lurus ini.

Sumber :Penulis : Chuenk  - otomotifnet.com   
Foto : Boyo

Link exchange
Exchange links with our website

Buka - bukaan seputar lampu LED!
Light Emitting Diode (LED) layaknya seekor ulat, sedang naik daun. Menggantikan kehadiran bohlam lam...

Libur? Ayo Serbu Senayan, Ada Tumplek Blek Otomotif!
Bingung, mau kemana libur akhir pekan ini? Bagi Anda pencinta otomotif, langsung saja serbu parkir t...

Pasang frame slider Kawasaki Ninja 250 - mencegah Fairing atah!
Kawasaki Ninja 250 cukup diminati motormania di Indonesia. Maklum, tampilan sportinya kerap membius ...

Copyright 2008-2011 Otomotif.web.id . Situs ini untuk semua pengguna dan pemilik Mobil dan Sepeda Motor
Artikel dan komentar merupakan tulisan dan sumbangan dari sesama user dan pengunjung, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru
Otomotif - Mobil - Sepeda Motor - Fungsi & Kegunaan - Perawatan - Perbaikan - Pemasangan - Merakit - Tips & Trik
Automotive - Car | Cars - Motorbike - Auto parts - Auto care - Auto repair