Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service Guidance - Dampak Engine Mounting Rusak


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis : Ade


Sudah kodratnya engine mounting diciptakan untuk menjaga pondasi mesin mobil. Boleh saja mesin goyang regae kala berakslerasi atau deselerasi, namun bodi mobil atau penumpang dilarang ikutan. Karet fleksibel namun kokoh ini bagai pagar menjaga tanaman. Sayang seiring umur yang bertambah, banyak gejala kerusakan yang setelah dianalisa, ternyata disebabkan engine mounting. Bukan hanya goyangan, namun juga mesin panas, pipa knalpot pecah hingga as roda yang rusak. Apa saja yang mesti diperhatikan sebelum terjadi pagar makan kebon?

Gerak Belakang
Pada mesin berpenggerak roda belakang, ciri masalah biasanya dimulai ketika mesin baru saja dihidupkan. Dari kolong, bisa terdengar suara gemeretak seperti halnya suara besi beradu. Jangan salahkan dudukan pengikat knalpot terlebih dulu. Jika karet pengikat memang tidak rusak. Bagian knalpot bisa berbunyi akibat goyangan mesin yang terlampau lentur. Tanda lainnya juga bakal terdengar suara gemeretak seperti saat mesin dimatikan.


Letak mesin yang turun, dapat menekan as roda (kiri), terlalu dekat dengan exhaust manifold berakibat buruk bagi karet

Buat mesin yang masih mengandalkan kipas pendingin melalui putaran puli. Seperti Toyota Kijang, Mitsubishi Kuda dan lainnya, jika karet mounting dibiarkan rusak, lama-kelamaan dapat mengubah kemampuan pendinginan radiator hingga merusak rumah kipas. Oh iya, dalam penggantian mounting sebaiknya seluruh bagian ikut diganti. Untuk penggerak roda belakang, biasanya sebanyak tiga buah. Dua di samping blok mesin dan satunya di bawah transmisi.

Gerak Depan
Seperti yang dialami awak redaksi, Suzuki Aerio keluaran 2003 miliknya yang terasa getar pada seluruh kabin di saat mesin berputar idle. Getaran tersebut tentunya bukan berasal dari kondisi mesin yang kurang baik. Pasalnya, asal getaran juga dari mounting yang sudah mulai getas. Untuk mengeceknya cukup mudah untuk bagian tertentu. Jika mounting terlihat jelas, penutup karetnya dapat ditarik untuk melihat kondisi di dalamnya. Jika bagian tengah karet sudah getas dan hampir menempel dengan bagian bawah, tentunya sangat mudah getaran mesin sampai pada seluruh bodi.


Bagian tengah yang sudah getas akan berhimpitan dengan bagian bawahnya (kiri), dilihat dengan mata karet tidak tampak pecah (kanan)

Rusaknya karet mounting pada gerak roda depan juga punya dampak lain. Lama kelamaan menular pada komponen lain. Seperti as roda (CV Joint) yang bergerak tidak pada posisi semestinya. Pasalnya, bagian tersebut mendapat beban lebih setelah posisi mesin turun dan melentur. Jadi jika dibiarkan, selain membuat getar kabin juga dapat menambah bunyi-bunyian dari bagian roda saat akselerasi hingga membelok. Tambah dibiarkan, masalah tentu akan bertambah.

Sumber : Penulis : Ade
Foto : Uky - otomotifnet.com



Sponsored Links

Honda Vario pakai cakram Blade biar keren bro..
Buat sebagian motormania, memasang cakram lebar variasi selain mendukung tampilan, juga merupakan so...

Jangan Panik Jika Muncul Bunyi Decitan dari CVT Skutik
Barangkali ada yang mengalami dengan skutiknya seperti ini. Saat jalan, dari CVT muncul suara decita...

Tips Mobil - Dampak Copot Katalisator
Catalytic converter atau disebut juga katalisator, sebagai penyaring gas beracun dari sisa pembakara...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru