Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Keran vakum Yamaha Mio ngadat?Dibikin manual, pasti bisa kok!


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Iman / Iman

Untuk para otomania yang hobi tarik ulur kabel gas, maksudnya wirawiri pakai kuda besi, pasti jengkel kalau berhadapan dengan karburator mbrebet enggak jelas.

 

 

 

 

 

Gambar 1

Gambar 1

 

 

 

"Huh, baru masuk bengkel buat servis, kok malah tarikannya jadi enggak asyik gini!" umpat Adhe Putra pemakai Yamaha Mio keluaran tahun 2005.

 

Weeew... jangan panas dulu, Brader! Sebaiknya ditelusuri dulu penyebabnya! Tuh kan, bener aja.

 

Setelah diusut-usut, ternyata keran vakum sudah melewati batas umurnya alias sudah uzur. Ya terang aja mbrebet, pasokan bensin yang harusnya lancar jadi tersendat .

 

 


Gambar 2

Gambar 2

 

 

Lha, emang gimana sih, cara kerjanya keran vakum? "Oke deh, biar makin paham, gue kasih tahu, ya. Teknisnya secara sederhana gini, begitu ada sedotan dari piston saat langkah kerja, membran di kran vakum membuka sehingga bensin masuk ke mangkuk karburator. Gituuuu!" ujar Jupri mekanik J Speed (JS).

 

Cuma ya gitu, keran vakum menurut Jupri enggak bisa dibongkar pasang. "Jadi solusinya ada dua; mau ganti baru yang partnya dijajakan kurang lebih Rp 42 ribu atau kita bikin jadi keran manual?" tambah mekanik yang ngepos di Jl. Al Mubarok 3, Seskoal, Cipulir, Jaksel (gbr.1).


Gambar 3

Gambar 3

 

 

 

 

Masalah beli sih gampang. Tapi kalau lagi enggak punya uang? "Gampang, juga. Caranya, ya pakai solusi kedua. Dibikin manual.

 

Tapi tebus dulu keran buat air ukuran di toko material dengan harga Rp 8 ribu. Lalu mulai deh, bongkar bodinya," tambah bapak dua anak ini (gbr.2).

 

Tidak usah potong memotong slang bensinnya, tinggal lepas aja keran vakum yang bermasalah tadi dengan obeng plus lalu sambungkan dengan keran yang baru dibeli. Yang harus diperhatikan, tinggal cara penempatan keran tersebut (gbr.3)

 

 

 

Gambar 4

Gambar 4

 

 

 

Paling gampang penempatannya di wilayah yang mudah dijangkau agar tidak merepotkan. Misal, di cover dekat karburator, maklum aliran bensin sekarang diatur secara manual (gbr.4).

 

"Nah, sekarang kalo masalah karburator banjir sih jarang banget, karena kalau banjir bukan dari kerannya.

 

Tapi jarum pelampungnya yang minta dilem biru alias dilempar dan ganti baru, hehehe..!" canda mekanik humoris asli Jakarta ini.

 

Sumber :Penulis/Foto: Iman / Iman - otomotifnet.com



Sponsored Links

Djarum Black Tips - Deteksi Mesin Lewat Warna Oli
Mengetahui kerusakan mesin sejak dini bisa mencegah keluarnya ongkos lebih banyak. Coba bayangin sea...

UpgradePerformance Pulsar 200 - Apakah intake manifold racing bermanfaat lagi?
Akselerasi tunggangan makin cepat dan irit bensin setelah pasang intake manifold racing (IMR)? Wah, ...

TUNE-UP MESIN
Beberapa bagian yang biasa diperiksa dalam pekerjaan tune-up mesin adalah sistem pendinginan, tali...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru