Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Menguji Ketangguhan Hyundai H-1 di Jalur Pantura


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis: AGK - otomotif.kompas.com

Hyundai H-1, satu-satunya MPV mewah yang mengandalkan mesin diesel.
 
 
 - Ketangguhan Hyundai H-1 dibuktikan dengan serangakai tes menempuh jarak 2.741 km yang diselenggarakan ATPM-nya, PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) dengan tajuk Hyundai H1 CRDi Java Bali Overland 2010.

Tes dibagi dua etape, Semarang-Bali dan Bali-Jakarta. KOMPAS.com mendapat kesempatan pada etape kedua, jalur pantai utara 1.285 km pada 15-17 Maret 2010.

Perjalanan dimulai dari Hotel Hard Rock, Kuta, Bali, Jumat (16/4) pukul 7.10 WITA. KOMPAS.com berada pada H-1 tipe XG sleek silver dengan empat media otomotif nasional dan seorang panitia.

Di Belakag Setir
KOMPAS.com langsung menjajal H-1 pada kesempatan pertama menuju pelabuhan penyeberangan, Gilimanuk. Kesain pertama, MPV dengan panjang 5,125 meter ini interiornya lega. Saat berada di belakang kemudi, mesin diesel yang digunakan cukup responsif untuk mengerakkan bobot MPV ini yang mencapai 2,18 ton plus enam penumpang dewasa.

Begitu kecepatan melewati 15 kpj, pintu mobil langsung terkunci otomatis. Enam unit H-1 dengan kawalan Patwal melaju pada kecepatan rata-rata 80-100 kpj dengan target Ketapang. Semua berjalan lancar, termasuk menembus beberapa tanjak di pulau Dewata.

Kemudi ringan dan nyaman karena kendaraan ini dilengkapi dengan electric mirror, central lock, power steering, kamera belakang dan posisi tuas transmisi menyatu di dashboard. Sayang, tidak dilengkapi dengan electric mirror yang bisa melipat penuh dan tentu saja agak repot saat parkir di feri dengan posisi saling mepet.

Transmisi otomatis shiftronic 5-percepatan, menghasilkan perindahan antar gigi yang halus. Masu santai, cukup memposisi tongkat transmisi pada D. Bila ingin bergaya manyual, geser ke kiri, lantas gerakan ke atas (+) untuk meningkatkan tenaga dan (-) menggemudi santai dan ekonomis. MPV ini bisa diajak santai karena kemampuan mesih dieselnya menghasilkan torsi, 392 Nm @2.000-2.500 rpm.

Kinerja turbo baru dirasakan saat jarum tachometer mencapai angka 2.000. Stabilitas MPV ini cukup baik pada kecepatan tingi dan tak terasa limbung. Hanya, diperlukan perhitungan lebih cermat saat menyusul karena dimensinya yang bongsor.

Kabin Tengah
Rombongan tiba di pelabuhan Ketapang pukul 10.45 WIB. KOMPAS.com kini menjadi penumpang, duduk di deret kedua sebelah kiri. Terasa nyaman seperti di kabin pesawat kelas bisnis. Di langit-langit kabin terdapat dua tuas untuk mengatur aliran udara segar (AC). Suhu ruangan di baris ke dua dan ketiga terjaga dengan baik karena hembusan udara segar tak hanya berasal dari langit-langit, juga dari bawah jok kendati diluar sinar matahari yang menyengat.

Perlengkapan lain MPV ini dilengkapi adalah monitor LCD yang dipasang di langit-langit. Selama perjalan dimainkan konser Jason Miraz oleh head unit Kenwood, yang juga bisa dihubungkan dengan USB untuk memainkan musik format MP3. Juga ada global positioning system (GPS) untuk memandu pengemudi.

Rombongan melaju bersama menyusuri jalur pantai utara Pulau Jawa yang disebut Jalan Raya Pos (Groote Postweg) yang dibangun Gubernur Jenderal Deandles pada 1808 . Kota yang dilintasi, di Jawa adalah Banyuwangi, Sidoarjo, Surabaya, Gersik, Tuban, Rembang dan bermalam di Semarang.

Tak banyak tanjakkan, turunan, atau tikungan tajam dihadapi pada jalur ini. Kendati demikian, rute ini membuat suspensi mobil seharga MPV Rp417 juta ini bekerja keras karena permukaan jalan tidak rata. Sesekali lubang besar membanting penumpang, namun masih tetap dalam batas nyaman.

Duduk pada baris ketiga bangku penumpang belakang, ternyata menghasilkan kenyaman terbaik. Ruang lapang memungkinkan kaki selonjoran dan menekuk sandaran rebah hingga 85 persen. Bisa mencapai 100 persen, dengan catatan tak ada barang di bagasi belakang.

Perjalanan menuju Jakarta dilanjutkan Sabtu (17/4), mulai pukul 09.00 WIB, dari hotel Novotel, Semarang. Memasuki tol baru milik Grup Bakrie di Pejagan, H-1 CRD-i sempat dibesut hingga menyentuh kecepatan maksimal 160 kpj. Selama perjalanan, dari perhitungan kasar, konsumsi bahan bakar (solar), rata-rata sekitar 10 km/liter.

Kesimpulan, dibandingkan demgan MPV sekelas, H-1 menawarkan kelebihan, fungsional, kenyamanan dan "value fo money", baik harga maupun biaya operasional.

 



Sponsored Links

Service Guidance - Menghapus Goresan Di Jendela Kanvas
Jendela plastik transparan di kendaraan beratap kanvas, seperti pada jip atau sedan convertible buka...

Minerva Sachs GTR 150, Skutik Berpostur Bebek Sport
Pangsa pasar sepeda motor Indonesia yang sangat besar membuat berbagai pelaku bisnis ingin memasuki ...

Kerusakan mobil akibat banjir - Nekat menerjang banjir, ini akibatnya rusak deh jadinya!
Mobil tak dirancang untuk menerjang banjir. Bila nekat, maka bisa terjadi kerusakan. Berikut kami be...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru