Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Problem solving - Charcoal canister BMW SERI-5 (E60)


Sponsored Links
 Print this page 

Author: PENULIS: Kl:X/FOTO : Uky

Pemilik BMW seri 5, khususnya tipe E60 ada yang mengeluhkan bau bensin menyengat.

 

Bau ke dalam kabin ini akhirnya banyak diulas di beberapa forum dan mailing list BMW lokal dan mancanegara.Lantas, apa sebenarnya penyebab aroma yang bisa bikin pusing ini?

 

Saat redaksi konfirmasi hal ini ke pihak ATPM BMW, tak banyak respons yang didapat karena pihak ATPM perlu data lengkap seputar mobil yang 'terkontaminasi' aroma bensin tadi.

 

 

Gambar 1

 

 

 

"Kami perlu data lengkap seperti engine number, chassis number, seri mobil agar bisa dicek record-nya melalui data base BMW," jelas Helena Abidin, director of corporate communications PT BMW Indonesia.

 

Pastinya, salah satu mobil yang kedapatan sedang bermasalah terpantau di bengkel khusus BMW di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar ini juga sudah melakukan penanganan sampai tuntas.

 

Menurut mekanik yang mengerjakan, problem bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari slang bensin yang sudah mulai getas, klem-klem yang mengendur atau sealing pada firewall yang mulai retak.

 

Bila komponen ini dinyatakan aman, berarti problem bisa berasal dari charcoal canister(CC)

 

 

Gambar 2
Valve untuk mensuplai uap bensin ke mesin

 

 

 

 

 

Gambar 3

Pemasangan tidak sulit tetapi harus turun tangki bahan bakar

Tabung karbon atau CC yang sudah uzur memang harus diganti.

 

"Tabung berisi butiran arang ini berfungsi menampung aroma bensin dari tangki untuk kemudian disalurkan kembali ke mesin," jelas Denny Hermawan, mekanik yang menangani perbaikan BMW E60 2004 milik Mr.TW, sebut saja begitu.

 

 

Hampir semua mobil injeksi keluaran anyar punya CC yang sekaligus menjaga tekanan tangki agar kinerja pompa bahan bakar tetap stabil.

 

Bila tak ada CC, sebaiknya lakukan penambahan. Untuk BMW yang sempat digarap Denny, mobil Mr. TW kedapatan tak punya CC. Hal yang sebenarnya kurang lazim terjadi, mengingat BMW merupakan pabrikan mobil yang sangat memperhatikan aspek lingkungan dan mutu kendaraannya.

 

"Saya enggak bilang mobil saya rusak, tetapi tak seharusnya bau bensin mengingat mobil saya baru berusia 5 tahun," jelas Mr. TW yang sudah 4 kali mempertanyakan masalah ini ke dealer resmi di Kebon Jeruk, Jakbar, tempatnya membeli mobil ini 5 tahun yang lalu.

 

 

 

 

Gambar 4
Peranti pendukung carbon canister

 

 

 

 

 

 

Gambar 5
Bisa pakai kit orisinal BMW atau produk lain

 

 

 

 

"Saya belanja CC , slang, klem serta peranti lainnya dan setelah dipasang masalah langsung tuntas," jelasnya puas meski harus merogoh kocek lumayan dalam.

 

Menurut Denny, modifikasi ini lantaran CC tak pernah terpasang sebelumnya di BMW E60 milik Mr. TW. "Saya belum cek apakah semua BMW E60 memang ada atau hanya BMW miliknya yang tak ada perangkat ini," tuturnya.

 

Pemasangan tidak terlalu sulit lantaran Denny hanya memanjangkan slang pernafasan dari tangki yang sejak dulu terbuka dan kemudian menyambungkannya ke nipple 'in' pada tabung arang.

 

Nipple 'out' dari tabung arang kemudian dipasangkan slang karet cukup panjang yang menuju ke intake manifold mesin.

 

Menurut pemiliknya, aroma bensin tak lagi masuk ke kabin dan akselerasi langsung terasa lebih responsif dari sebelumnya. Hati pun sudah tenang!

 

Sumber :PENULIS: Kl:X / FOTO : Uky - otomotifnet.com



Sponsored Links

Upgrade Performa Kawasaki KLX 150S, Katrol 7 dk Dengan Rp 3,5 Juta
Hadirnya Kawasaki KLX 150S, bisa jadi obat rindu bagi trail-mania Tanah Air. Karena dimensi motor ga...

PROSEDUR SERVIS DAN REPARASI MOBIL
Pada bagian hal ini akan diuraikan cara-cara pelaksanaan servis dan reparasi mobil. Sebagian besar ...

Kampas Kopling Jupiter MX gosong?
Bukan rahasia kalo Yamaha Jupiter MX, khususnya generasi awal punya kelemahan di kopling. Kampasnya ...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru