Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Perawatan Roda - Delapan cara menjaga tekanan pada angin!

Navigation: Otomotif » Mobil - Perawatan


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Rudy/Robert Silaban

Gambar 1

 

 

 

 

Selain memperhatikan kondisi mesin dan interior, sebaiknya anda juga memperhatikan tekanan angin ban. Berikut ini beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan angin pada ban mobil anda.

 

Pastikan setiap seminggu sekali memeriksa tekanan angin. Bisa memakai tire gauge/pengukur tekanan angin pribadi, yang bisa dibeli di toko-toko otomotif terdekat.

 

Saat pengisian angin, lebihkan 1 Psi, untuk antisipasi kekurangan 1 Psi, saat ujung tyre inflator (pengisi angin ban, Red) dicabut.

 

Untuk ban baru, harus lebih sering memeriksa tekanan anginnya. Pengukuran harus dilakukan setidaknya sampai menempuh jarak 3.000 kilometer, mengingat bentuk ban baru yang masih bisa berubah-ubah.

 

Pengisian angin harus dalam kondisi ban yang dingin, biar tercapai angka yang sebenarnya. Hal ini untuk menghindari tekanan udara yang naik di dalam ban, yang ikut mempengaruhi volume udara yang diisikan.

 

Disarankan mengganti udara/oksigen (O2) dengan nitrogen (N2), dengan dasar pertimbangan sifatnya yang stabil. Ditambah berat jenis yang berbeda (lebih ringan) dan berpartikel besar, membuat ban ber-nitrogen tidak membutuhkan pengisian yang terlalu sering.

 

Untuk ban tubeless, bisa aplikasi sedikit cairan penambal. Fungsinya untuk lebih merekatkan pori-pori ban dan melindungi dari tusukan benda tajam. Cairan tersebut juga akan melindungi bagian dalam ban dan velg yang bersentuhan, untuk mengantisipasi bocor halus.

 

Ketika menyetir harus lebih sering hindari lubang dan jangan bawa bobot yang berat-berat.

 

Selalu pakaikan tutup pentil di semua ban, biar potensi bocor karena kerikil terselip bisa dikurangi.

 

 

 

Gambar 2
Kondisi telapak ban yang baik, juga menentukan kinerja ban.

 

 

 

 

Gambar 3

"Wajib perhatikan beban yang diterima, agar fungsi ban jadi optimal," ingat Agus Sarsito.

 

 

 

 

 

Gambar 4

Pastikan N2 yang asli, dengan mengecek kembali setelah beberapa kilometer ketika baru diisi. Jika tekanannya jauh makin tinggi, bisa dipastikan N2 tersebut palsu.

 

Prosedur Isi Angin Nitrogen


Sebagai opsi menjaga tekanan ban tetap stabil, Nitrogen (N2) bisa jadi pilihan terbaik. Berat jenis yang ringan dan sifatnya yang dingin, memiliki kemampuan menjaga keoptimalan kerja ban kala berputar. Tapi ingat, hal itu bisa didapat maksimal kalau N2 yang dipakai benar-benar 100% asli dan tak terkontaminasi zat lainnya. Karena itu, pahamilah tata cara penggantiannya.

 

Langkah utama, tentu menguras terlebih dahulu isi oksigen yang bersemayam di dalam ban hingga habis. Caranya dengan membuka isi pentilnya. Kemudian isi dengan N2 hingga sekitar 70% tekanan rekomendasinya, dan kempiskan kembali.

 

 Setelah itu baru isi kembali dengan N2 sampai tekanan ideal. Jangan lupa pasang kembali isi pentil, dan kencangkan. Pastikan tak ada bagian yang bocor.

 

Proses yang memakan 2 kali kerja ini, adalah untuk memastikan tak ada lagi oksigen dan uap air yang terperangkap di dalam ban, sebelum penggantian dilakukan seluruhnya untuk N2. Biasanya untuk proses penggantian ini, bengkel menetapkan harga Rp 10-20 ribu per ban-nya.

 

Sumber :Penulis/Foto: Rudy/Robert Silaban - otomotifnet.com



Sponsored Links

Kawasaki Ninja ZZR Masuk Juni 2010
Untuk memperkuat image sebagai pemain motor sport, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) akan menambah j...

Yamaha V-Ixion - Problem V-Ixion susah oper gigi, nok harus sejajar bro!
Pernah suatu ketika, bengkel resmi Yamaha Amie Jaya Motor (AMJ) menerima keluhan konsumen pengguna Y...

Service Guidance - Pengaruh Celah Busi Terhadap Konsumsi BBM
Celah alias gap busi yang sering dianggap sepele, ternyata bisa jadi faktor penyebab borosnya konsum...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru