Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service guidance - Perawatan sok belakang Yamaha Scorpio?


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Atenk / Atenk

Bicara suspensi belakang, sok tunggal atau monosok sering dicap lebih oke dibanding model twin sok.

 

Tapi enggak banyak yang tahu kalau ternyata sokbreker tunggal sendiri memiliki beberapa tipe seperti model monocross yang dipakai pada Yamaha Scorpio.

 

 


Gambar 1

Gambar 1

 

 

Terus apa bedanya sama monosok biasa? Gampangnya, kalau model monosok pegangan sokbreker terhubung langsung pada sasis dan swing arm.

 

 Lain cerita kalau model monocross, sebab bagian bawahnya enggak langsung menumpu pada arm melainkan melalui link (gbr.1).

 

 

Menurut Ari Kristanto dari bengkel GMotor, tipe monocross seperti yang diaplikasi pada 'Kalajengking' memiliki kemampuan lebih baik saat melewati medan berhandicap. Walau begitu, bukan berarti sok belakang si Scorpie enggak butuh perawatan lo!

 

 

Rekomendasi dari pabrikan sendiri atas penggunaan sok berkisar 20.000 km. "Itu dikarenakan setiap komponen seperti sil sok dan pelumas memiliki usia pakai layaknya komponen lain," tambah mekanik serba bisa ini.

 


Gambar 2

Gambar 2

 

 

Nah demi mencegah kerusakan, lakukan perawatan seperti selalu menjaga kebersihan as sok. Kalau peranti ini kotor, bisa merusak kerja sil. Alhasil oli sok bisa bocor dan sok bisa amblas.

 

Buat yang sudah telanjur rusak, sil bisa direparasi ahli sok seperti Acang dari Acang Motor yang memasang banderol Rp 30 ribu untuk ongkos kerja termasuk silnya.

 

"Saya sering menerima monosok yang silnya udah rusak," ujar Acang

Selain itu, link pada tipe suspensi monocross sebaiknya juga harus ikut diperhatikan. Kalau dicuekin, awalnya sih cuma akan menimbulkan bunyi cit-cit seperti tikus. Tapi kalau dibiarkan bos bisa aus dan akhirnya hancur.

 

Caranya perawatan link itu gampang, kok! Pertama buka dulu baut pengikat as pakai kunci 17 dan 19. Setelah itu tarik keluar as dan langsung olesi gemuk (gbr.2).

 

Lakukan hal itu pada dua as lain yang ada di sisi atas dan samping (gbr.3).

 

 

 


Gbr 3Gbr 4

Gambar 3

 

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah beban maksimum yang dapat digendong sok. "Dipastikan jika sering menerima beban berlebih bisa memperpendek umur sok," urai ahli sok yang mangkal di Jl. Tambak No.50, Jakarta ini.

 

Buat yang enggak tahu batas kapasitas daya angkut sok, Acang punya triknya. "Lihat aja ukuran max load (gbr.4) yang tertera pada ban belakang. Usahakan beban angkut tak lebih dari angka yang tercantum pada ban belakang tersebut," tutupnya.

 

Sumber :Penulis/Foto: Atenk / Atenk - otomotifnet.com



Sponsored Links

Utilitas - Mengatur Fitur Auto Dimmer dan Black Out
Fitur auto dimmer yang berfungsi untuk menyesuaikan pencahayaan dari LCD monitor, sebenarnya sudah t...

Suzuki Swift Hybrid Bakal Nongol di Tokyo
Suzuki terus melakukan gebrakan-gebrakan kecil. Tidak mau ketinggalan dengan produsen senegara lainn...

Bikin Sasis Kinclong Yuk!
Bagi bikers yang kebetulan dalam kategori kaum metroseksual, enggak hanya penampilan diri saja yang ...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru