Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Bahaya! Ban Motor Tipe Tube Dibikin Tubeless


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis: (Eka) - otomotif.kompas.com

 

 — Banyak pemilik motor melakukan kekeliruan terhadap bannya. Entah karena mengikuti perkembangan teknologi atau mau irit biaya, mereka mengubah ban tipe tube (pakai ban dalam) menjadi tubeless (tanpa ban dalam).

"Memang, secara konstruksi, perbedaannya tidak banyak, hanya pada lapisan inner liner," jelas Aceng Zainudin dari Dept R&D Seksi Proses Development PT Suryaraya Rubberindo Industries, selaku produsen ban FDR.

Inner liner adalah bagian dalam sisi ban. Menurut Aceng, pada ban tubeless, permukaan ini dilapisi lagi dengan karet khusus. "Fungsi karet kedap terhadap udara sehingga mampu menjaga kebocoran ketika diisi angin," ujarnya.

Lapisan karet itu membentang ke seluruh permukaan dalam ban. Mulai dari bit alias bibir, baik yang kiri hingga kanan, yang mengapit velg. Adapun di tipe tube tidak ada lapisan tersebut. Perbedaan ini yang membuat harga ban tube lebih murah. Dari sisi lain, seperti konstruksi sidewall atau shoulder (pinggiran ban), katanya, tak ada perbedaan.

Hanya Aceng mewanti-wanti, jangan mengubah fungsi ban, dari tube menjadi tubeless. Memang, awalnya bisa, tapi sewaktu-waktu angin tetap keluar dari bibir velg. "Bahayanya, kejadian saat berkendara dengan kecepatan tinggi, pasti motor hilang kendali," tegas Aceng.



Sponsored Links

ZX600 dan Ninja 250R Menyatu Dalam Bodi Honda Tiger
Seperti apa jadinya jika Honda Tiger dimodifikasi perpaduan Kawasaki ZX600 dengan Ninja 250R? Ya, se...

41 Velg Mobil Legendaris
Velg mobil ibarat sepatu. Merek, model dan ukurannya beragam. Kualitasnya pun, ada orisinal, imitas...

Modification Guidance - Paket bore-up suzuki smash 127 cc?
Memang sekarang ini lagi ngetren, motor dengan ubahan bore-up dan sudah banyak pula kuda besi yang d...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru