Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service Guidance - Putaran Electric Fan Lemah Mesin Gerah


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis : Manut


Kipas pendingin radiator mobil masa kini sudah mengandalkan tenaga listrik. Kipas yang biasa disebut electric fan ini sebelumnya lazim dipakai mobil berpenggerak roda depan. Tetapi kini mobil tarikan belakang pun mengaplikasinya. Waspada putaran bilah electric fan melemah. Sebab kejadian ini bisa bikin mesin gerah. Cermati juga kondisinya melalui gejala-gejala yang terjadi. Apa saja sih?

Ganti Motor
Berbagai keuntungan didapat dengan kipas elektrik. Seperti daya mesin yang tidak dipakai buat memutar bilah kipas. Kipas menempel langsung di belakang radiator dan menggunakan tenaga listrik. Kipas pun bekerja hanya pada kondisi tertentu, alias lebih efisien.

Putaran bilah kipas ini bisa saja melemah. "Bisa diukur dari jumlah putaran per menit," bilang Mamat, pemilik bengkel AC Lin Karya di Meruya, Jakbar. Jika normalnya putaran kipas berkisar 1.500 rpm, putaran lemah pasti di bawah itu. Kalau dicermati, embusan angin pun tidak sekencang kalau masih normal. Memang, harus diakui ada juga gejala kipas mati mendadak. Gejala itu jelas perlu penanganan segera. Nah, buat gejala putaran kipas melemah, kadang lepas dari pantauan pengendara. Sekilas kipas masih bekerja, padahal performanya sudah di bawah standar. Karena itu, perlu dicermati lebih lanjut.


Copot satu baut, bilah sudah terbuka (kiri), motor dengan armatur piringan lebih tipis (kanan)

Bagaimana gejalanya? Yang pasti, suhu mesin bakal naik. Kalau biasa sekitar setengah skala indikator, bisa saja jadi lebih tinggi. Gejala lain, temperatur naik jika AC dinyalakan. Hal ini biasa terjadi pada mobil yang kondensor AC-nya ada di depan radiator. "Panas kondensor AC bakal menaikkan temperatur radiator. Kalau kipas kurang kencang, suhu bisa naik," ulas Mamat.

Buat radiator yang diletakkan berdampingan kiri-atau kanan, mungkin tidak terlalu terpengaruh AC. Tetapi suhu tetap bisa naik. Lantas bagaimana solusinya? Sebaiknya kipas elektrik diremajakan. Enggak perlu ganti total. Sebab bisa diganti hanya motornya saja. Biasanya malah motornya dicek dulu. Kalau hanya carbon brush yang bermasalah, bisa langsung ditangani tanpa harus ganti motor kipas. Masalah juga bisa berasal dari kumparan. Ada dua macam motor, dengan kumparan dari lilitan kabel, ada juga yang berbentuk seperti piringan. "Kalau yang piringan sudah pasti tidak bisa digulung ulang," wantinya.


Kumparan yang sudah digulung ulang hasilya tetap tidak maksimal (kiri), kalau carbon brush tipis masih bisa diganti (kanan)

Betul, armatur motor model kumparan memang bisa digulung ulang. Namun harus diakui, hasilnya tidak bisa sebaik buatan pabrik. Selain kurang presisi karena kumparan digulung dengan tangan, kualitas kabel pun kurang mumpuni. Maka, menurut Mamat, ketimbang gulung kumparan dengan biaya seratus ribuan, mending ganti dengan motor kipas copotan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 250-450 ribu rupiah. Malah biasanya ada garansi beberapa bulan. Tetapi kalau ingin beli yang baru, biasanya barang orisinal lebih mahal. Memang masih dalam rentang ratusan ribu rupiah sampai satu juta. Nah, kalau urusan pemilihan, ada di tangan Anda!

Penulis : Manut
Foto : Uky



Sponsored Links

Modifikasi Guidance - Vespa PTS100 Pakai Piston Suzuki
Repotnya kalau Vespa PTS100 masuk tahap oversize di atas 5M. Yang dimaksud 5 M bukan miliar. Tapi ti...

Yamaha Scorpio - Scorpio Pakai Batok Lampu Mobil
Beberapa produk booster lampu membuat sinar lebih terang dibanding standarnya, termasuk Yamaha Scorp...

Suzuki Satria FU150 - Aplikasi gas spontan aftermarket untuk FU150!
Buat Anda penyuka ajang adu kebut, ada perangkat tambahan nih untuk motor kesayangan Sampeyan. Peran...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru