Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service guidance - Setting karburator setelah ganti knalpot!


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: DiC/Uky

Gambar 1

Gambar 1

 

 

 


Gambar 2

Gambar 2

Dari beberapa email yang kami terima, banyak yang mengeluh lari motor mulai gak enak, muncul gejala aneh seperti knalpot nembak, larinya di putaran atas ngedrop setelah mengaplikasi knalpot free flow dan sebagainya.

 

 

Nah, biasanya yang kerap jadi sumber permasalahan dari problem-problem tadi adalah di komponen pengabut bahan bakar. "Kalau lari motor mulai enggak enak, bisa jadi settingan karburator berubah.

 

Untuk motor standar, coba setel ulang sekrup udaranya (gbr.1)," kata Nuri Fatoni, mekanik general work shop AHRS di Depok, Jabar.

 

Caranya gampang kok. Yaitu setelah mesin dipanaskan kurang lebih 5 menit, lalu coba pelintir gas sedikit sampai putaran mesin mencapai 4.000-5.000 rpm dan tahan sembari sekrup udara atau pilot air screw diputar mentok ke kanan (searah jarum jam).

 

Bila sudah mentok, langsung putar kembali sekrup udara tadi berlawanan arah jarum jam (ke kiri) sambil mendengarkan perubahan putaran mesin.

 

 


Gambar 3

Gambar 3

 

 

 

 

 


Gambar 4

Gambar 4

 

 

 

 

 


Gambar 5

Gambar 5

 

 

"Sampai pada titik putaran tertinggi, tandanya setelan udara sudah pas," ujar Rere, mekanik Ahau Motor di kawasan Jl. Akses UI, Kelapa Dua, Depok. Untuk memastikannya, coba blayer gas dengan cara diurut sampai putaran tinggi sekitar 2-3 kali.

 

Lalu lepas grip gas tiba-tiba. Sembari mendengarkan apakah ada gejala mbrebet, knalpot nembak atau putaran mesin seperti tersendat.

"Kalau mbrebet, artinya setelan udara masih terlalu menutup.

 

Sedang kalau knalpot nembak, suplai udara kebanyakan alias setelan udara terlampau membuka. Sebaliknya kalau tersendat, ada beberapa kemungkinan.

 

Setelan udara belum tepat atau posisi jarum skep terlampau turun," tukas Nuri. Bila kejadiannya begitu, coba turunkan 1 ulir posisi klip jarum skepnya (gbr.2), lalu coba jajal putaran mesinnya lagi.

 

Oh iya, pada motor yang karburatornya mengusung jarum skep tanpa ulir kayak di Honda Tiger Revo, Kawasaki ZX130 atau motor berkarburator model vakum pada umumnya, untuk menaikkan posisi jarum skepnya bisa diakali dengan menambah ring kecil setebal 1-1,5 mm ke dalam batang jarum (gbr.3).

 

"Trik ini cukup ampuh mengatasi problem Tiger Revo yang mesinnya suka terserang overheat atau susah hidup kala dingin," beber M. Irwan, juragan bengkel modifikasi SMS di Bekasi yang juga mantan mekanik Honda beberapa waktu lalu pada OTOMOTIF.

 

Selain itu, setelan ketinggian pelampung (gbr,4) yang tidak tepat juga dapat menimbulkan hal yang sama. "Di samping bisa bikin tarikan di putaran menengah tersendat (kalau terlalu tinggi), juga bisa mengakibatkan knalpot nembak," timpal Puguh Nuryanto, tunner bengkel racing Overtune di Cimanggis, Depok. Kejadian ini pernah ditemuinya pada Yamaha Scorpio Z.

 

Menurut Puguh, hal tersebut lantaran volume bensin dalam mangkuk kurang bisa memenuhi kebutuhan saat terisap. Nah, dengan menurunkan ketinggian pelampung pada karbu Scorpio sekitar 1-2 mm, kendala nembak bisa teratasi lantaran suplai bensin tercukupi. Namun bila semua langkah itu tidak membuahkan hasil, baru deh lakukan penggantian pilot jet (gbr.5).

 

Umumnya, ukuran pilot jet (pj) dinaikkan 1 step. Langkah ini juga biasa diterapkan mekanik saat knalpot diganti pakai jenis free flow. "Sedang main jet tak perlu bila mesin masih standar.

 

Kecuali bila hasil pembakaran di busi menunjukkan pasokan gas terlalu kering di atas (busi berwarna putih). Tandanya main jet minta dinaikkan," terang Rere.

 

Tapi pada beberapa kasus, terutama di motor berkarburator vakum yang knalpotnya masih standar, "Bila knalpotnya nembak, pilot jet malah minta dikecilin 1 step.

 

Itu gue temui di beberapa Suzuki Satria FU150," aku Puguh. Sebab dari beberapa kali uji coba, kendala nembak pada ayam jago berlambang S tersebut langsung hilang kala ukuran pilot jet diturunkan 1 step.

 

Sumber :Penulis/Foto: DiC/Uky - otomotifnet.com



Sponsored Links

In Car Entertainment - Pasang Antena TV Tambahan
Visual pada head unit maupun head rest monitor, kerap terganggu terutama tampilan untuk mode TV. Sia...

Benahi komponen rawan air - Awas, flu menyerang motor anda!!
Hujan mulai rajin turun! Tentu hal itu juga berdampak pada motor kesayangan. Sebab, bakal lebih seri...

Oli matik - Interval pergantian oli matik mobil!
Mobil matik kian banyak melenggang dijalan-jalan. Masyarakat umum pun sudah tidak khawatir untuk mem...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru