Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Suspensi Mobil - Strut bar, setting suspensi tingkat tinggi?


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis : Manut/Foto : Uky

Gambar

 

 

 

Suatu hari, meja redaksi kedatangan sebuah surat elektronik dari Diaz Ananda. Salah satu hal yang diangkat adalah soal pemakaian strut bar dan underbrace. Kedua komponen ini cukup tenar kala bicara soal suspensi.

 

Namun seberapa penting pemakaiannya pada kendaraan andalan? Simak panduannya berikut ini.

 

 

 

 

Gambar 1
Bushing lengan ayun lebih keras lebih berpengaruh pada pengendalian

 

 

 

 

Gambar 2
Ganti per dan sok yang lebih keras lebih berpengaruh pada pengendalian

 

 

 

 

Gambar 3
Jangan lupa pasang stabilizer buat yang belum pakai

Support Sokbreker


Secara harafiah, strut bar bisa diartikan sebagai batang penghubung antara dua support sokbreker, masing-masing di kiri dan kanan. Kehadiran peranti ini merupakan cara untuk meningkatkan kekakuan sasis mobil.

 

Uniknya, pemakaian peranti ini belum tentu diperlukan. "Tergantung bagaimana setting suspensi yang diinginkan," ujar Taqwa SS, tuner bengkel Garden Speed, Cilandak Jaksel.

 

Diakuinya, peranti ini penting tidak penting. "Misalnya, pada Toyota Vios, pakai strut bar. Tetapi Yaris enggak," bisiknya seraya menyebut sepasang mobil turing hasil settingannya. Soalnya, pemasangan strut bar dikembalikan pada tujuan dan keperluannya.

 

Ambil contoh, mobil harian dengan kondisi standar. Pemasangan strut bar belum tentu memberi pengaruh banyak. Kecuali sudah dimodifikasi suspensinya. "Itu juga tergantung tingkat modifikasinya. Kalau belum perlu, jadi percuma," tambah pria asal Yogyakarta ini. Lantas sampai mana batasan modifikasi yang memerlukan strut bar?

 

Lebih baik merunut ubahan suspensi satu per satu. "Jangan-jangan hanya dengan ganti per dan sokbreker saja, handling yang diinginkan sudah didapat," ulas Taqwa.

 

Ganti per dan sokbreker memang tahap awal setting suspensi. Kalau hanya tinggi mobil standar dan ingin handling lebih mantap, bisa hanya ganti sokbreker saja. Lebih jauh lagi, tukar per yang lebih pendek dan keras.

 

Menurut Taqwa, cari spring rate yang diinginkan dulu, baru sandingkan dengan sokbreker dengan karakter yang dicari.

 

Selain itu, mengganti bushing karet lengan ayun dengan bushing berbahan keras seperti polyurethane juga mampu menambah rigiditas. Konfigurasi ini pasti akan langsung terasa pengaruhnya.

 

Bahkan ketika masih pelan pun sudah terasa. Apalagi kalau cara mengemudi agresif, pasti akan terasa manfaatnya karena settingan bisa mengurangi body roll.

 

Untuk merasakan bedanya, memang perlu pengalaman. Karena menurut Taqwa, ada faktor lain yang bikin arah mobil berubah selain suspensi. "Pastikan ban juga tidak flexing (berubah bentuk) ketika membelok ekstrem," imbuhnya. Misalnya pakai ban tipis dengan sidewall tebal dan keras.

 

Hal ini sekaligus menjelaskan, kalau pakai strut bar di mobil standar tanpa settingan suspensi atau ganti ban lebih dulu, bisa saja percuma.

 

Nah, kalau pengendalian dirasa masih kurang, boleh mempertimbangkan pemakaian strut bar. "Biasanya kalau membelok ekstrem, sudut roda bisa berubah karena sasis di sekitar support sokbreker ikut bergerak.

 

Dengan adanya strut bar, gaya akan terbagi dua pada roda kiri dan kanan, bukan pada sebelah saja. Sehingga arah roda tetap benar," tambah ayah dari Hikari.

 

Soalnya strut bar mengikat support atas sokbreker kiri dan kanan. Kalau masih kurang juga, underbrace di bawah juga mampu menjaga kekakuan sistem suspensi. Buat mobil berperforma tinggi yang biasa bermanuver ekstrem, tentu sangat membantu.

 

Sumber :Penulis : Manut/Foto : Uky - otomotifnet.com



Sponsored Links

Minyak pelumas
Fungsi minyak pelumas secara keseluruhan

Service Guidance - Bikin Nyaman Daihatsu Gran Max (2)
Ribet mengatur kaca spion? Pastinya, karena spion masih harus disetel manual. Menambah kenyamanan me...

Suzuki Skywave, Sokbreker Tunggal Depan-Belakang
JAKARTA, RABU - Motor Dengan sokbreker tunggal di belakang sudah ada. Tapi kalau depan dan belakang ...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru