Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Merasakan Kenyamanan dan Ketangguhan Mercedes-Benz


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis: ZBJ - otomotif.kompas.com

Kurnia Lesani Adnan mengetes kemampuan menanjak bus Mercedes-Benz OH1521 Euro3 di tanjakan menuju Lembang, Bandung.

 

 - Menguji kemampuan bus? Dipastikan kurang populer dilakukan oleh media otomotif. Pasalnya, bus bukan untuk konsumsi umum. Di samping itu, juga diperlukan SIM khusus. Pengemudinya pun tidak sembarangan!

Karena itulah ketika Mathilda Jeanette, Humas Mercedes-Benz Indonesia (MBI) menelpon KOMPAS.com untuk ikut pada event ini hanya mengatakan, test ride. "Mencoba kenyamanan bus saja," jelasnya.

Wartawan yang diajak untuk merasakan kenyamanan bus terbaru Mercedes-Benz ini tidak banyak. Namun yang pasti, begitu berangkat dari kantor Mercedes-Benz Indonesia di Jalan Iman Bonjol, Jakarta, sudah langsung merasakan kenyamanan bus dengan sasis OH 1521 Euro3. Interiornya memang hebat, mengundang rasa kagum dengan fasilitas lengkap. AC sudah dipasti!

Tak kalah menarik adalah susunan kursi penumpang, konfigurasinya 2 + 2. Jarak jok depan dengan belakang lebar dan lega. Lebih luas dibandingkan dengan jarak antar-kursi penumpang pada pesawat udara di kelas ekonomi. Dilengkapi pula dengan tatakan kaki dan sandaran jok yang bisa dimiring 45 derajat. Juga toilet, audio dan karaoke dengan elevisi LCD.

Saat meluncur di jalan tol Jakarta dalam kota -Cipularang, bus ini terasa nyaman. Goncangan sangat halus, penumpang pun bisa tertidur.

Disupiri Pemilik PO
Peluncuran dan perkenalan OH 1521 Euro3 dilakukan secara besar-besar oleh Mercedes-Benz Indonesia dengan mengundang pemilik Perusahaan Otobus (PO) dari Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Karena itu pula, acara kumpul ini disebut Fleet Owner Gathering. "Ini merupakan gathering paling besar yang kita selenggarakan selama ini untuk kendaraan komersial," jelas Yuniadi Hartono.

Para pemilik PO tersebut ternyata tidak hanya duduk manis di jok yang empuk empat unit bus eksekutif yang disediakan Mercedes-Benz. Juga ada yang langsung mencoba duduk di belakang setir. Rutenya, Hotel Hilton Bandung-Padalarang-Lembang. Inilah yang dilakukan oleh Kurnia Lesani Adnan, Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera dari Jakarta.

Ternyata, Sani, begitu ia dipanggil oleh sebagian rekan-rekannya pengusaha bus, bukan hanya seorang pemilik PO yang duduk di belakang meja, juga mahir membawa bus sekaligus mampu menilai kinerja kendaraan yang disupirinya. Ini terlihat dari rekan-rekannya sesama pengusaha yang mau berdesakkan naik bus yang disupirinya, OH1521 Euro3 dari Padalarang menuju Lembang.

Tes Goncangan
Di jalan tol, Sani tidak hanya mengenjot bus baru ini dengan seperti layaknya bus umum. Tetapi dengan penumpang banyak, ia menguji kenyamanan atau suspensi bus dengan berjig-jag. Bus besar itu bergoyang dan sebagian penumpang, bergurau seperti orang mau muntah.

"Untuk suspensi memang lebih baik dan nyaman dibandingkan versi sebelumnya," komentar Sani. Kendati demikian, ia juga beberapa kali berujar, rasio perbandingan gigi 4, 5 dan 6 pada OH 1521 Euro3 ini terlalu jauh jarak. "Untuk 1, 2 dan 3 mantap. Namun 4, 5 dan 6, terasa kurang. Jarak rasionya terlalu jauh," tegas Sani. Ia pun ragu, dengan kondisi seperti tersebut, supir lain bisa mengemudi dengan irit. "Kecepatan top memang hebat!" tambahnya.

Saat menuju Lembang, Sani mengamati secara teliti kemampuan bus yang dipenuhi penumpang ini. Ia memperhatikan kinerja setiap gigi dengan seksama. Begitu juga dengan putaran mesin dan kecepatan bus. Komentarnya, sama seperti di atas. Saat ia coba menanjak dengan gigi 4, bus ini kepayahan. Bahkan ketika coba menekan habis pedal gas, tak ada respon. Bus tetap bergerak, menanjak dengan pelan.

Ia juga mengomentari posisi dan kualitas kerja panel tombol-tombol dan instrumen pada bus yang dites, menurut kurang bagus. Lantas ketika dikonfirmasikan bahwa OH 1521 oleh Mercedes-Benz direkayasa untuk angkutan jarak sedang atau buat pariwisata dengan medan yang tidak terlalu berat, Sani hanya berkomentar,"Tuntutan pemilik armada Indonesia berbeda. Mereka ingin bus yang kuat, bisa dikebut, nyaman dan irit. Tidak memikirkan spesifik bus untuk jarak dekat, jauh atau pariwisata."

 



Sponsored Links

MERAKIT TUTUP BAK TRANSMISI
1. Pasang pivot dan lengan pemindah mundur. Pasang cincin yang baru, lengan pivot pada tutup bak tra...

Service Guidance - Awas! Kabel Busi Bikin Boros BBM
Jangan kaget kalau ada yang bilang kabel busi bisa bikin boros bensin (BBM). Sebab kualitas kabel bu...

Uji konsumsi bahan bakar - Cerita di balik uji 100 Km/Jam...?
Berbagai pengujian mobil di­lakukan. Masing-mas­ing me­­­nerapkan hasilnya untuk di­­­publikasikan, ...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru