Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service Guidance - Cek Pengisian Aki Motor


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis: Bana

Elektrik starter motor macet? Wah bisa merepotkan deh, soalnya biker kudu pakai kick stater buat ngidupin mesin. "Salah satu pemicu hal itu terjadi karena aki tekor," urai Syafrudin, kepala bengkel Clara Motor di Jl. Arteri Kelapa Dua No.5, Kebon Jeruk, Jakbar. Ganti aki? Eit, tunggu dulu! Mending, biar gak buang-buang duit, cek dan ricek dulu sistem pengisian. Agar lebih pas penangannya.

Cek Aki

Pengecekan dan pembongkaran bisa dilakukan sendiri. Alatnya multimeter (MM) dan obeng kembang. Contoh praktiknya pada Honda Supra X 125. Langkah awal buka baut pengikat tutup aki di bawah jok (gbr.1). Lalu lepas kedua kabel yang menempel pada aki pakai obeng kembang.

Ukur voltase aki pakai MM pada posisi Voltmeter. Hubungkan kabel positif MM (merah) ke positif aki dan kabel negatif MM (hitam) ke terminal negatif aki (gbr.2). "Sesuai standar pabrik, muatan aki penuh/bagus antara 13,0-13,2 Volt. Sedang yang jelek di bawah 12,3 Volt," urai Syafrudin.


gbr1

gbr2

gbr3

gbr4

Cek Tegangan Pengisian

Kalau aki masih bagus, lakukan pengecekan tegangan pengisian. Caranya, hidupkan mesin dengan kondisi aki tidak terpasang. Hubungkan kabel positif negatif MM ke kabel bodi positif negatif untuk aki (gbr.3).

"Lalu gas dipelintir setengah putaran atau sekitar 5.000 rpm selama 3 detik dan lihat tegangan pada MM. Kalau angkanya 14,0-15,0 Volt, berarti sistem pengisian oke. Tapi kalo di bawah angka itu, berarti sistem pengisian bermasalah," tutur Syafrudin yang menganjurkan cek sepul pengisian sebagai langkah berikut.

Cek Sepul Pengisian

Caranya buka baut pengikat cover bodi bagian tengah pakai obeng kembang. Lepas soket sepul pengisian warna putih/hijau. Lalu MM diposisikan pada Ohm (tahanan). Hubungkan kabel MM ke kabel sepul putih/hijau. Sedang kabel MM yang lain dihubungkan ke massa/ground (gbr.4).

Bila kondisinya juga normal (MM menunjukkan angka 0,3-1,1 Ohm), dapat dipastikan regulator/rectifier rusak dan kudu diganti. Regulator punya fungsi sebagai pengatur arus listrik dari sepul penerangan ke lampu depan (biar lampu tidak mudah putus). Selain itu juga berfungsi mengatur arus pengisian pada aki, sehingga aki tidak cepat rusak karena kelebihan beban.

Sumber : Penulis: Bana - otomotifnet.com



Sponsored Links

Servis Karburator - Hindaki Kebakaran, Setel Pelampung Karburator
Banyak kasus kebocoran atau rembesan bensin dari karburator terjadi pada tunggangan motormania. Enta...

Utilitas

Kaca Pintu Mobil Seret? Nih, Cara Memperlancarnya
Kaca pintu mobil mendadak tidak bisa diturunkan. Padahal, Anda harus masuk tol dan membayar tiket. K...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru