Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service guidance - Trik menyetel rantai roda?


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Aant

Dengan muka bete, Dino curhat ke Anto. Malam minggu lalu, dia abis dijutekin pacarnya; Vira. Gara-gara, rantai motor putus, mereka batal jalan-jalan. "Padahal, malam itu Vira udah dandan secantik mungkin," keluh Dino ke sahabatnya itu.

 

 

 

Gambar 1

Gambar 1

 

 

 

Sebenarnya, masalah rantai putus bukan 1-2 kali dialami penunggang sebuah motor sport Jepang itu. "Sering banget. Tiap kali ganti rantai dan gir baru, tiga bulan kemudian udah aus, trus putus," terang remaja berbobot ekstra itu.

 

"Oh.. kalo itu mah masalahnya ada di elo dan setelan rantai motor lo!" sahut Anto. Karena menurutnya, nyeting rantai buat rider berbodi big size gak bisa disamain dengan yang berbadan normal. "Jangan tersinggung, ya Din!"

 

"Maksudnya?" tanya Dino. "Ada trik tersendiri. Metode ini juga berlaku buat pengendara yang kerap bawa barang berlebihan dari batas yang ditentukan," jelas Anto. "Waduh, jadi penasaran nih, To. Gimana caranya?"

 

Oke. Setelan rantai menurut standar pabrikan jarak main bebasnya berkisar 2,5-3 cm saat motor tidak dinaiki. Namun itu berlaku bagi yang punya berat badan rata-rata. Bila pengendara berbobot lebih, setelannya lebih banyak.

 

 


Gambar 2

Gambar 2

 

 

 

 

 


Gambar 3

Gambar 3

 

 

 


Gambar 4

Gambar 4

 

 

 

Bisa begitu, karena dengan beban lebih banyak, ayunan roda akan lebih besar. "Pertama saat baru didudukin, pasti sudah amblas. Ditambah ayunan saat lewat jalan tak rata, bila dikasih setelan standar, rantai akan lebih tegang," urai Marcell Dika Febrian dari bengkel umum Pamor Racing (PR).

 

Efeknya, gir dan rantai akan cepat aus. "Bahkan bisa putus, tuh!" tambah pria yang berpraktik di Jl. Pajajaran No.24, Pamulang, Tangerang. Dengan prinsip tersebut, mau tak mau penyetelan rantai harus melibatkan pengendaranya.

 

Paham, kan? Mari kita praktikkan di Honda Tiger. Pertama, cari dulu posisi rantai pada kondisi paling tegang, "Caranya, motor diparkir dengan standar tengah. Putar rodanya pelan-pelan sampai terlihat menegang," terangnya (gbr.1).

 

Kalo itu tak dilakukan, maka pekerjaan kita akan sia-sia. "Sebab itu kunci dalam menyetel rantai," tambah mekanik umur 25 tahun ini. Nah, bila bagian terkencang sudah ketemu, lipat standar tengah dan suruh pengendara naik atau dengan boncengan.

 

Dalam posisi begitu, kendurkan mur roda (gbr.2), lalu atur mur setelan rantainya (gbr.3), beri jarak main bebas rantai sekitar 2,5 cm lagi.

 

Bila telah beres, kencangkan lagi mur roda. "Selama proses nyetel, pengendara tetap di atas motor. Jika sudah selesai dan pengendara atau pembonceng turun, silakan diukur pasti akan lebih dari 3 cm (gbr.4)," tutupnya mantap.

 

Sumber :Penulis/Foto: Aant - otomotifnet.com



Sponsored Links

Memeriksa Karburator
Karburator membuat butir-butir bensin mengapung dan bercampur dengan udara sebelum diberikan ke sili...

Honda VFR1200F 2010: Motor Pertama di Dunia dengan Kopling Ganda
Honda Eropa merilis varian baru model VFR1200F yang telah dilengkapi teknologi transmisi kopling gan...

Modifikasi Guidance - Knalpot Skubek Tak Boleh Kelewat Blong
Masih jadi teka-teki, kenapa knalpot standar skubek jauh lebih bagus dibanding versi racing? Itu yan...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru