Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Sistem Keamanan Kendaraan Custom Cellular Security System


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Rudy/Artha/pr!ma


OTOMOTIFNET - Pemanfaatan jaringan ponsel terkini bisa menyentuh area fungsional sistem keamanan kendaraan. Sistemnya berupa perangkat semacam modulasi alarm konvensional, yang kinerjanya dipicu oleh jaringan ponsel yang terhubung. Fungsinya pun beragam, terutama untuk menghidupkan dan mematikan mesin, membuka pintu, sampai pada pemberian informasi serta tracking keberadaan mobil yang sedang dijalankan.

Namun apa yang dilakukan rumah modifikasi Jhona Auto Fashion dengan merancang cellular security system (CSS) dengan teknik custom, malahan sangat sesuai dengan kedalaman tematis Fashion Follow Function MOTOR di edisi lalu. Meskipun konsepnya serupa, namun bukan copy cat menggunakan bahan dasar yang sama dengan perangkat buatan pabrikan yang sudah hadir duluan. Sebab, "80% pake barang-barang elektronik yang gampang dicari," ujar Made Dharmawan, sang konseptor.

Padahal secara umum, kinerja custom CSS ini tidak jauh berbeda. Poin utamanya kerjanya, bisa dijabani dari jarak jauh. Bahkan jika sang pemilik ada di luar negeri sekalipun, fungsinya bisa tetap jalan. Dengan catatan, lokasi keduanya (mobil dan pemilik) masih ter-cover jaringan selular. Oh ya, untuk kresi custom anak negeri ini, dihargai Rp 3,5 jutaan plus instalasinya.

Bahan Dasar dan Kinerja, Rumit Tapi Bersahabat
Secara umum, custom CSS ini terdiri dari rangkaian yang masing-masing saling terkoneksi. Yaitu modul ponsel yang masih berfungsi, motor CT2 dari Auto Loc atau modul yang biasanya dipakai untuk menggerakkan pergerakan motor power window, mini power amplifier, relai-relai, modul central lock dan modul flasher lampu LED.

Cara kerjanya, ketika ada panggilan dari nomor pemilik ke ponsel yang tersambung ke perangkat ini di mobil, maka sinyal dering yang diteruskan via kabel yang dipasang ke lubang jack ponsel, akan diubah menjadi arus listik sebesar 2,5 volt oleh mini power amplifier sebelum diteruskan ke relai trigger. Relai ini yang akan memicu pergerakan modul central lock, untuk memberikan waktu kepada motor CT2 Auto Loc mengatur pergerakan motor starter via kabel kontak, mobil sampai menyala sempurna.

Motor CT2 sendiri bisa diatur waktu kerjanya, dengan cara menekan tombol dan memperhatikan isyarat lampu yang dibawannya secara manual. Namun harus dibarengi dengan upgrade kapasitor modul cental lock dengan daya yang lebih besar. Sekadar gambaran, untuk setingan waktu 3 detik, kapasitor bisa menggunakan yang besarannya 470 f, untuk menahan setrum yang lebih lama.

Lantas, karena memiliki sistem kerja yang bolak-balik, motor akan membalik prosesnya. Alias akan menghubungi kembali nomor pemilik mobil, yang memberikan sinyalemen bahwa mesin telah hidup. Di sinilah kinerja modul flasher lampu LED yang tadi juga disebutkan di awal berfungsi. Artinya alat ini akan terkoneksi penuh pada kinerja ponsel untuk melakukan memberitahuan itu.

Karena bersifat flasher, atau punya kemampuan buat mengedipkan deretan lampu LED, maka keunikannya itu dipergunakan untuk menggerakkan ponsel secara elektronik. Masing-masing diatur gerakannya untuk membuka kunci ponsel, mencari nomor terakhir yang terkoneksi, dan men-dial nomor tersebut. Untuk sistem yang ini, kabel ke ponsel tersambung ke elemen-elemen tombol di ponsel tersebut.

Masih Berfungsi Ketika Aki Dicabut
Bisa menghidupkan dan mematikan mesin mobil, membuka kunci pintu dan tracking dari jarak jauh. Namun harus didukung dengan keberadaan jangkauan sinyal dari sistem operator selular yang dipakai.

Disarankan memakai kartu operator yang baru. Dimaksudkan agar bisa melakukan panggilan terakhir ke nomor sang pemilik mobil, tanpa terganggu nomor lainnya yang sempat men-dial atau ter-dial, atau dari operatornya sendiri.

Bisa bekerja bebas, dalam artian bisa menerima panggilan atau SMS dari nomor bukan pemiliknya. Karena itu, sebisa mungkin rahasiakan nomornya, dan pergunakan modul ponsel yang bisa mem-black list nomor atau SMS yang masuk selain dari nomor pemilik.

Selama di mobil, ponsel selalu terhubung dengan lighter untuk men-charge-nya. Sebab ketika kehabisan daya baterai dan mati, maka jadi tidak berfungsi. Maka pintu dan mesin hanya bisa dikaryakan dengan cara manual.

Ada sistem terpisah untuk membuka pintu dan menghidupkan mesin. Harus memakai 2 modul ponsel yang terpisah, masing-masing menggunakan rangkaian yang sama namun berbeda peruntukkan.

Hampir semua mobil bisa dipasang. Karena berkaitan dengan fungsi motor CT2 Auto Loc, yang hanya bisa bekerja beberapa detik saja. Tandanya jika mobil yang sulit pemasangannya, mencermati dari lamanya indikator dinamo di dasbor mati sesaat setelah dikontak. Maka caranya dengan mempercepat mati lampu indikator itu terlebih dahulu.

Sebagian besar bahan dasarnya murah dan mudah didapat. Yang agak mahal dan agak sulit diperoleh hanya di pemakaian motor. Lantas diikuti ponsel yang dipakai, jika mau yang berfitur lumayan untuk mem-back list nomor dan SMS liar yang masuk.

Masih berfungsi ketika aki dicabut. Sebab memakai baterai sendiri dan mampu bertahan hidup selama kisara 2-3 hari tergantung tipe ponselnya.

Sistem Keamanan Yang Menipu, Anti Diakali
Sebagai pengamanan tambahan, Made yang asli Bali ini juga merancang sistem keamanan berupa switch kontak buat mematikan mesin ketika kopling diinjak, rem tangan di lepas dan perseneling dimasukkan. Bahannya gampang dicari, sebab lagi-lagi hanya mengandalkan rangkaian mudah berupa 2 relai open-close, yang dibypass pad kabel kontak di rumah setir. Rangkaian ini disambungkan pada switch on-off yang disembunyikan penempatannya di balik dasbor, yang otomatis memerintahkan sistem ini untuk bekerja atau tidak.

Ketika switch dinyalakan, maka switch berada di posisi on. Sistem kerjanya, bersifat menipu, dalam artian mesin masih bisa menyala ketika dikontak, namun langsung padam seketika pedal kopling, rem tangan atau perseneling dikaryakan. Masing-masing bagian ini, dilengkapi semacam modul sakelar yang biasa dipakai untuk memicu penyalaan lampu rem dari pedalnya di kabin.

Asal tahu saja, alat pengaman ini cukup mumpuni buat mengecoh maling ketika akan membawa mobil. Dan diklaim, anti diakali. Untuk yang ini, Made melalui Jhona Auto Fashion, melepasnya senilai Rp 500 ribuan.

Sumber :Penulis/Foto: Rudy/Artha/pr!ma
 - otomotifnet.com



Sponsored Links

Kawasaki KLX 150S - mengtasi kopling Kawasaki KLX 150S selip, harus dilubangi?
Banyak pengendara Kawasaki KLX 150S mengeluh koplingnya mudah selip. Salah satunya Yopi. "Umurnya ba...

Service Guidance - Deteksi Honda Vario Kurang Responsif
Pengguna Honda Vario standar banyak yang nggak sabaran. Gas dibuka setengah, tapi putaran mesin sepe...

Service guidance - Trik menyetel rantai roda?
Dengan muka bete, Dino curhat ke Anto. Malam minggu lalu, dia abis dijutekin pacarnya; Vira. Gara-ga...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru