Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Tips Djarum Black - Hati-Hati Memilih Radiator Coolant


Sponsored Links
 Print this page 

Author: www.autoblackthrough.com - otomotifnet.com

 

Disinyalir, pakai cairan radiator coolant bisa bikin mesin lebih adem. Akan tetapi, beberapa kejadian malah sebaliknya. Seperti beberapa pertanyaan masuk ke meja redaksi di kolom Konsultasi, mesin malah overheat setelah ganti radiator coolant. "Mesti hati-hati, karena karat dan kotoran di blok mesin bisa terangkat dan menyumbat radiator," saran Anwar Syarif Lubis, punggawa bengkel radiator Ridho di Kebon Jeruk, Jakbar. Mau tahu triknya?
 

KURAS

Sebenarnya tidak haram kalau mau pakai radiator coolant. Menurut Anwar, mobil baru bisa tahan sampai lima tahun dengan cairan pendingin bawaan pabrik. Apakah mobil tua juga diperbolehkan pakai radiator coolant? "Yang penting kondisi saluran pendingin pada mobil tersebut harus bersih," bilang pria 38 tahun ini.

Maksud Anwar, apapun jenisnya, cairan coolant punya kecenderungan mengangkat kotoran dan karat dari tempat penumpukannya. "Kalau mobil lama yang sebelumnya pakai air biasa, setelah pakai coolant biasanya saluran pendingin justru tersumbat. Ya karena kotorannya menyumbat pipa kapiler pada radiator atau water jacket (mantel pendingin)," bebernya. Pipa kapiler mampat, air tidak lancar mengalir, mesin pun bisa overheat.

Kebanyakan coolant punya efek
mengikis karat

Cek kondisi cairan dari tutup radiator atau tabung reservoir

Pengurasan sebaiknya dilakukan dengan mencopot thermostat

Karat dan kotoran yang terkikis bakal menyumbat pipa kapiler
Nah, kalau Anda saat ini masih pakai air biasa dan ingin ganti pakai coolant, pastikan sistem pendingin mobil dalam kondisi ideal. Indikatornya, adalah cairan pendingin. Paling gampang, longok isi radiator dan tabung reservoirnya. Kalau cairannya bening, masih aman buat dituang coolant.
Tetapi kalau sudah ada kecenderungan warna cokelat, sebaiknya dilakukan treatment dulu. Seperti servis radiator untuk menghilangkan penumpukan kerak di pipa kapiler dan cover atas bawahnya.
Kalaupun yakin radiator masih bagus (jajaran pipa tampak bersih saat diintip dari tutup radiator), sebaiknya sistem pendingin dikuras total. Sekadar mengingatkan, pengurasan dilakukan dengan mencopot slang radiator bagian atas.

Jika sedang servis radiator, menurut Anwar, slang bawah dikucurkan air langsung keran. "Terpenting, copot dulu thermostatnya. Hal ini mencegah adanya penumpukan kotoran di thermostat. Selain itu supaya saluran airnya tidak terhalang karena thermostat sifatnya menutup jika suhunya dingin," ulasnya panjang lebar.

Trik ini dianggap ampuh membilas kotoran di dalam mesin. Pembilasan dianggap bersih jika air yang keluar dari slang atas benar-benar bening seperti air yang dimasukkan dari slang bawah. Itu pertanda jika kotoran benar-benar terbilas habis.

Setelah perlakuan ini, radiator baru bersih dan siap dituang coolant. Oh ya, mengenai jenis coolant yang kian beragam, Anwar mengajak untuk lebih bijak memilih. "Memang banyak, kalau bisa cari yang punya PH netral," sarannya. Tetapi sulit buat mengecek, masak harus bawa-bawa PH meter. "Mungkin bisa dilihat dari harga. Yang bagus memang agak mahal karena proses penyulingan air yang dipakai harus bagus," tutupnya seraya menyebut rata-rata banderol coolant berkualitas maksimal di atas Rp 40 ribuan.


Sponsored Links

Uji Teknologi - Apakah Teknologi AIS Bermanfaat?
AIS (Air Induction System) di Yamaha, PAIR (Pulsed Secondary Air Injection) pada Suzuki dan SASS (Se...

Tampil Fashion - memasang panel indikator indiglow Ninja 250!
Panel indikator (spidometer dan lainnya) bernuansa indiglow tentu enggak selalu identik dengan mobil...

Bersih-Bersih Karat - Treatment Musim Hujan
Pasti biker sudah banyak yang tau, bahwa air hujan yang turun itu mengandung zat asam yang mampu mem...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru