Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Laher roda belakang Satria FU gampang pecah? tambah satu lagi deh biar kuat!


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis:Jotos/Foto: Dok. Otomotif

Minggu pagi itu, Budi Trianto warga Jagakarsa, Jaksel berniat lari pagi di Ragu­nan. Tapi karena jarak dari rumahnya jauh, dia pun naik motornya; Suzuki Satria FU keluaran 2007.

 

Bruum... besutan pun meluncur ke TKP. Tapi eh, tiba-tiba dia ngerasain kuda besinya ngebuang saat jalan lurus. "Malah enggak cuma itu.

 

Saat di tikungan pun bagian belakangnya terasa goyang-goyang," tambah penyuka motor cepat ini.

 

Tanpa banyak mikir, Budi langsung mencari bengkel terdekat. "Untung di daerah Ragunan situ ada bengkel umum buka, jadi saya bisa benerin dulu," curhatnya. Budi pun menyerahkan besutannya ke Nazar mekanik OMC, dan cek n ricek pun segera dilakukan.

 

"Ternyata ada komponen yang hancur di bagian dalam sana (laher roda (LR) belakang) (gbr.1)," tunjuk mekanik kreatif itu.

 

Masih menurutnya, hal itu dipicu karena rumah laher di teromol roda enggak terlalu pas, peranti itu gak bisa ngeplak maksimal.


Gambar 1

Gambar 1

 

 

 


Gambar 2

Gambar 2

 

Bisa begitu, lantaran nat teromol enggak presisi. "Sehingga di laher ada celah dan membuat peranti itu bisa bergerak-gerak alias oblak," beber Nazar lagi sembari bilang sering menemukan kasus serupa di FU konsumennya.

 

Ujung-ujungnya, ya itu, LR jadi enggak awet deh (gampang pecah). "Tapi tenang. Ada solusinya, kok. Caranya, tambahkan saja laher satu lagi," anjur mekanik yang buka workshop di Jl. Raya Kebagusan, Pasar Minggu, Jaksel. Lho, emang bisa?

 

"Ya bisa lah dengan catatan ada salah satu komponen yang mesti dibubut," ujar mekanik ramah ini. Oh ya, menurut Nazar, penambahan laher itu agar laher benar-benar presisi dengan dudukannya dan enggak ada ruang gerak lagi.

 

 


Gambar 3

Gambar 3

 

 

 


Gambar 4

Gambar 4

 

Mau tau apa yang dilakukan Nazar pada besutan Budi. Pertama, siapkan dulu perkakasnya; kunci ring ukuran (17, 14), palu dan besi kecil.

 

Oke sudah siap? Buka dulu deh, as roda belakang pakai kunci ring ukuran 14 (gbr.2). "Jangan lupa mur as-nya ditahan dengan kunci ring 17 (gbr.3)," jelasnya. Lalu lepaskan laher rodanya menggunakan besi sambil diketuk palu (gbr.4).

 

Sudah copot laher rodanya? Langkah selanjutnya, membenamkan bearing tambahan tadi. Tapi sebelumnya agar bisa masuk, bos roda yang ada di dalam harus dibubut 10 mm (gbr.5), "Kalau gak dibubut tak bisa ditambah LR-nya," ungkapnya.

 

Ogah repot ngerjain sendiri? Serahin aja sama Nazar. Biayanya dipatok sekitar Rp 50 ribu, "Itu sudah termasuk ongkos pasang dan laher yang di pasaran dijual Rp 15 ribuan," tukasnya. Nah, kalau semua itu sudah beres, jangan lupa pasang lagi peranti yang sudah dilepas tadi.

 

Sekarang besutan Budi jadi normal lagi. 

 

Sumber :Penulis:Jotos/Foto: Dok. Otomotif - otomotifnet.com



Sponsored Links

Service Guidance - Viscous Element Boleh Dibersihkan, Tapi...?
Sebenarnya yang namanya filter udara dengan teknologi viscous element atau tipe basah atau yang seri...

Modifikasi Guidance - Aplikasi Cakram Belakang di Honda Blade
Peranti substitusi atau aftermarket, baik itu buat menambah gaya dan modis pada besutan tanpa mengur...

Modifikasi Guidance - BeAT Pasang Cakram Lebar
Aplikasi cakram lebar, kerap dilakukan demi mendapat daya cengkeram lebih saat ngerem. Sayangnya, en...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru