Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Perawatan standar tengah - Hindari As atau rumah standar tengah Aus atau kering..


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Iman / Iman

Bagi motomania yang cuma ngerti naikin motor, pasti kerap melupakan standar tengah. Padahal peranti itu perlu perawatan juga, lo. Terutama pada mekanismenya. Sehingga fungsi komponen itu bisa berjalan lancar.

 

Maklum, banyak faktor yang membuat alat itu bermasalah. "Contoh, kadang para pemilik motor lupa, motor suka dinaikan saat standar tengah terpasang. Terutama saat ngobrol bareng teman-teman," ujar Angga Kurniawan.

 

Masih kata pemilik bengkel Anjany Racing (AR) di kawasan Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar itu, kebiasaan buruk tadi membuat as standar tengah kena beban lebih. "Efeknya, bukan tak mustahil bisa bengkok, deh!" lanjutnya.

 

 


Gambar 1

Gambar 1

 

 


Gambar 2

Gambar 2

 

 


Gambar 3

Gambar 3

 

 

 

 

Tak cuma itu. Kalo asnya ternyata aman-aman aja, justru malah rumah as yang problem (gbr.1). Alhasil - meski as-nya yang dijual Rp 70-100 ribu itu diganti, standar tengah tetap tak bisa berfungsi normal alias jadi longgar. Ngeselin, deh.

 

Indikasi lain perusak standar tengah, faktor keausan akibat kurangnya pelumasan. "Biasanya, gemuk sebagai pelumas habis atau terbuang. Bisa lantaran kena air saat mencuci motor atau waktu melibas genangan air," beber Angga.

 

Tapi enggak usah pusing. Semua bisa diatasi, kok. Caranya sangat simpel. Tapi, sebelumnya mari kita cek dulu kondisi penopang tengah pada besutan kesayangan. Apakah masih oke atau sudah mulai bermasalah.

 

Oh ya, tips ini bisa diterapkan di semua motor yang punya standar tengah. Berikut ini sebagai praktik dicontohkan di Suzuki Smash. Pertama tempatkan kuda besi di bidang datar, lalu manfaatkan dongkrak mobil untuk menopangnya.

 

Sudah? Copot per standar tengah dengan hati-hati pakai obeng plus. Lalu, buka klip pengunci as standar tengah (gbr.2) memanfaatkan perkakas yang sama.

Jreeng... kelihatan kan sekarang mekanisme standar tengah? Cek kondisi part pendukungya.

 

Kalau rumah asnya tidak rusak, bisa tinggal buka asnya dan ganti yang baru. Tapi jika ternyata malah rumahnya yang minta jajan, eh diganti, terpaksa cari bantuan tukang las. "Minta rumah as dikembalikan seperti semula," jabar Angga lagi

Nah, kalo problem udah teratasi, ingat soal perawatannya.

 

Secara berkala diberi pelumas berupa grease (gbr.3). "Sehingga, fungsinya kembali normal. Trus, jangan nongkrong di atas motor lagi, ya," canda Angga sembari senyum.

 

Siap Braderrr...!

 

Sumber :Penulis/Foto: Iman / Iman - otomotifnet.com



Sponsored Links

Kawasaki Ninja 250 - CDI booster Ninja 250 : tenaga / akselerasi?
Banyaknya peranti aftermarket untuk Kawasaki Ninja 250 yang sekarang beredar di pasar makin membuat ...

Service Guidance - Cek Kaki-Kaki Penentu Kenyamanan (2)
BALANSING PELEK Beres urusan ban, Dodi Yanto nyaranin cek kesiapan pelek. Pastiin pelek gak oleng da...

10 Bagian yang Mesti Diperhatikan pada Motor
Kebanyakan pengendara motor baru mau memerhatikan kendaraannya jika mesin rewel, tidak mau menyala a...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru