Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Service Guidance - Solusi Jarum Indikator RPM Satria F150 Ngaco


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Pidav

ter . . . Selanjutnya

Pilih Tips :
Kamis, 26/02/09 07:37
Service Guidance
Solusi Jarum Indikator RPM Satria F150 Ngaco

gbr.1

gbr.2

gbr.3

gbr.4

Ahmad Dayan lagi asyik-asyiknya naik Suzuki Satria FU 150 di jalan. Eh, mendadak jarum indikator tunggangannya itu gak sinkron sama suara raungan mesin alias mati. Tapi dalam hitungan jari, tuh jarum normal lagi, terus ngaco lagi. "Wah, hidup segan mati tak mau, nih!" umpatnya.

Makanya, ia pun panik. "Bayangin, gak cuma jarumnya. Tapi semua penunjuk angka digital ikut mati!" seru Dayan warga Tanah Seratus, Tangerang. Pria bertubuh gempal itu pun buru-buru gaspol ke bengkel karibnya yang gak jauh dari rumahnya.

Kelar mengeluarkan uneg-uneg pada Abe, mekanik sekaligus pemilik bengkel Mitra Motor (MM) di kawasan Ciledug, Tangerang, didapat kesimpulan kalau gejala ini sering terjadi pada Suzuki Satria FU tahun pembuatan yang baru atau lama.

Apa CDI-nya rusak? Eh, nanti dulu, jangan jadikan peranti itu kambing hitam. "Sebaiknya kita cek dulu peranti-peranti yang terkait. Misal aki dan sistem kelistrikannya, termasuk soket CDI-nya," bilang mekanik asli Palembang, Sumsel ini.

Tapi kalo bagian tadi tidak bermasalah, baru dilanjut ke lini lain. "Kita runut di bagian sambungan kabel atau soket di dalam batok lampu. Biasanya, kalo kotor atau kemasukan air, akan memicu indikator itu ngadat," terangnya lagi.

Kok bisa? "Yah iyalaah.. karena FU beda sama bebek yang soket kabelnya ditutup penuh sama sayap, jadi lebih aman. Kalo di FU atau motor sport lain, posisi soket tak terlindungi. Selain itu, posisinya juga ada yang menghadap ke atas. Sehingga kotoran dan air bisa masuk dan tertampung lewat sela-sela sambungan kabel," ujar Abe yang berkumis tipis ini sembari bilang, umumnya sih, yang terjadi seperti itu.

Terus? "Ya gampang aja. Caranya, cukup amankan peranti-peranti yang saya sebutin di atas tadi agar terhindar dari debu dan air," anjurnya. Yakni dengan menutup konektor atau soket kabel dengan isolasi.

Oke, kalau Anda pun mengalami problem sama, mari kita praktikkan saran Abe. Tapi sebelumnya siapkan peralatan yang dibutuhkan isolasi hitam, kunci ring 8, obeng plus. Setelah itu, parkir motor Anda pakai standar tengah di tempat aman. Lalu lepas baut pengait di batok lampu kiri-kanan (gbr.1).

Setelah itu kendurkan juga baut pengatur tinggi-rendah sorotan lampu di bawah batok pakai kunci ring 8. Terus, copot deh batok dari pegangannya. Di situ kita bisa lihat ada 8 soket yang terbuka (gbr.2). Lepas satu per satu soketnya dan semprot pakai angin kompresor atau ditiup dengan mulut. Kemudian, semprotkan cairan penetran ke lubang-lubangnya konektor kabel.

Jika bagian itu yakin sudah bersih, sambung lagi soketnya. Lantas, lilitkan isolasi hitam (gbr.3). "Jangan ada celah sedikit pun, kalo perlu ditekan tangan agar lebih ngepres," saran Abe (gbr.4). Lakukan pada ke-8 soket tadi.

Beres? Oke, seperti biasa Anda tinggal merakit lagi peranti yang sudah dilepas tadi, dengan cara membalik langkah membukanya tadi.

Sumber : Penulis/Foto: Pidav -  otomotifnet.com



Sponsored Links

Problem Solving - Jika Alarm Avanza Cerewet Dan Low Batt
Hampir semua varian Avanza baik tipe E, S dan G sudah dilengkapi alarm sebagai perlengkapan standar....


Service Guidance - Deteksi Suspensi Yang Tidak Normal
Salah satu pembaca OTOMOTIF asal Tanjung Barat, Jaksel sempat bingung mengenai suspensi mobilnya yan...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru